Tips melindungi situs web dari ancaman siber yang meresahkan – Pelanggaran data sangat merugikan situs web. Jika Anda memilikinya, waspadalah terhadap peretas yang dapat mencuri informasi pelanggan Anda jika Anda mengabaikan langkah-langkah keamanan siber. Dan jika itu terjadi, Anda akan kehilangan kepercayaan audiens situs web Anda.
Di sini kami ingin membahas kesalahpahaman umum. Banyak pemilik situs web kecil percaya bahwa situs mereka terlalu kecil untuk diserang. Penjahat siber terutama menargetkan situs-situs tersebut karena mereka dapat dengan mudah mengeksploitasi kerentanannya. Itulah mengapa melindungi situs web Anda dari ancaman siber sangatlah penting.
Setiap kali topik perlindungan situs web muncul, sebagian besar webmaster langsung memikirkan biayanya. Mereka menganggap langkah-langkah keamanan siber mahal dan rumit. Namun kenyataannya justru sebaliknya. Dengan mengambil beberapa langkah dasar, mereka dapat melindungi situs web mereka agar tidak menjadi target utama peretas.
Jika Anda pemilik atau pengelola situs web, postingan blog ini cocok untuk Anda. Di dalamnya, kami akan membagikan lima tips melindungi situs web dari ancaman siber dan kebocoran data.

1. Selalu Perbarui Plugin Anda
Mayoritas situs web saat ini dibangun menggunakan CMS seperti WordPress. Pada platform ini, plugin digunakan untuk memperkenalkan fungsi baru dan menyempurnakan fungsi yang sudah ada.
Namun, banyak orang melakukan kesalahan saat memilih plugin. Untuk menghemat biaya, mereka menggunakan versi crack dari perangkat lunak mereka. Versi-versi ini memang menyediakan fungsionalitas yang dibutuhkan, tetapi kekurangannya adalah tidak dapat diperbarui.
Pembaruan diperlukan untuk plugin-plugin ini karena menyertakan patch untuk kerentanan keamanan. Jadi, jika Anda gagal memperbarui, pada dasarnya Anda membiarkan titik masuk yang diketahui terbuka untuk dieksploitasi oleh penyerang.
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu Anda melindungi situs web Anda dari serangan karena kerentanan plugin.
Aktifkan Pembaruan Otomatis
Banyak platform, termasuk WordPress, memungkinkan Anda mengaktifkan pembaruan otomatis untuk plugin dan tema. Mengaktifkan pembaruan otomatis adalah salah satu cara termudah untuk memastikan situs Anda selalu menjalankan versi terbaru.
Jadwalkan Pemeriksaan Manual Secara Berkala
Atur pengingat untuk memeriksa pembaruan plugin atau tema setidaknya seminggu sekali. Terkadang, pembaruan otomatis dapat gagal, atau plugin tertentu mungkin memerlukan pembaruan manual. Jadwal pengingat membantu memastikan tidak ada plugin yang tertinggal.
2. Gunakan HTTPS dan Autentikasi Kuat
Ada kesalahan yang sering dilakukan banyak webmaster hanya untuk menghemat uang. Kesalahan itu adalah mengabaikan HTTPS. HTTPS ibarat kunci di balik gembok yang sering Anda lihat di pojok kiri atas bilah alamat peramban. Mengabaikan penerapan HTTPS pada dasarnya mengundang peretas untuk mengeksploitasi situs web Anda.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan kata sandi generik. Kata sandi yang mudah dibobol juga merupakan penyebab umum kebocoran data. Berikut cara menghindari kedua masalah tersebut dan menjaga situs web Anda tetap aman.
Aktifkan Sertifikat SSL
Melindungi data yang berpindah antara situs web Anda dan pengunjungnya sangatlah penting. Di sinilah HTTPS berperan.
HTTPS pada dasarnya adalah versi HTTP yang aman. HTTPS mengenkripsi data yang dibagikan, membuatnya tidak dapat dibaca oleh siapa pun yang mungkin mencoba mencegatnya. Anda dapat mengaktifkan HTTPS di situs Anda dengan memasang sertifikat SSL/TLS.
Banyak penyedia hosting menawarkan HTTPS secara default. Anda hanya perlu mengaktifkannya di situs web Anda. Atau, Anda juga bisa menambahkan sertifikat SSL eksternal.
Namun, pastikan untuk memeriksa validitasnya secara berkala. Dengan masa berlaku yang telah kedaluwarsa, Anda dapat membuat situs web Anda tetap dapat diakses.
Untuk memeriksanya, cukup gunakan pemeriksa SSL online Ini akan langsung memberi tahu Anda status sertifikat SSL/TLS yang terpasang di situs web Anda.
Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan 2FA
Jika situs web Anda dapat diakses oleh banyak pengguna, pastikan semua pengguna yang memiliki akses dapat membuat kata sandi yang rumit. Kata sandi yang kuat harus:
- Panjang (minimal 12 karakter)
- Sertakan campuran huruf besar dan huruf kecil
- Sertakan angka
- Memiliki karakter atau simbol khusus
Selain kata sandi yang kuat, pertimbangkan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA). Dalam 2FA, kode biasanya dikirimkan ke ponsel, email, atau dibuat oleh aplikasi. Tanpa kode ini, Anda tidak dapat masuk ke situs web. Bahkan jika peretas mencuri kata sandi Anda, mereka tidak akan dapat masuk tanpa informasi kedua ini.
3. Periksa Catatan DNS Anda Secara Berkala
Data Sistem Nama Domain (DNS) Anda seperti buku alamat situs web Anda. Data ini memberi tahu peramban di mana menemukan situs web Anda di internet.
Penyerang terkadang menargetkan data ini dalam apa yang dikenal sebagai pembajakan atau spoofing DNS. Jika mereka berhasil memanipulasi data DNS situs web Anda, mereka dapat mengarahkan pengunjung Anda ke situs phishing berbahaya yang mirip dengan situs Anda. Pengunjung yang tidak menaruh curiga kemudian dapat memasukkan kredensial login atau informasi pribadi mereka, yang langsung sampai ke penyerang.

Pengaturan DNS sering kali dikonfigurasi selama pengaturan koneksi domain. Banyak admin web gagal mendeteksi perubahan yang tidak sah dengan segera. Namun, semua ini dapat dihindari dengan melakukan hal berikut.
Melakukan Pencarian DNS (Setidaknya Sekali Sebulan)
Manfaatkan alat online gratis untuk melakukan pencarian DNS untuk domain Anda. Menjalankan nama domain situs web Anda melalui Pencarian DNS akan menampilkan semua rekaman dalam pengaturan DNS-nya. Anda hanya perlu membandingkannya dengan pengaturan yang Anda inginkan (yaitu, rekaman asli) untuk memastikan semuanya benar.
Gunakan Layanan Pemantauan
Beberapa layanan keamanan menawarkan pemantauan DNS. Namun, layanan ini agak mahal. Gunakan layanan ini jika Anda mengelola situs web organisasi atau keuangan. Layanan ini akan secara otomatis memeriksa catatan Anda secara berkala dan segera memberi tahu Anda jika ada perubahan yang terdeteksi.
4. Batasi Akses Pengguna dan Pantau Aktivitas
Tidak semua orang yang bekerja di situs web Anda membutuhkan kendali penuh. Umumnya, disarankan agar pengguna hanya diberikan akses minimum yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Memberikan hak administrator kepada terlalu banyak orang meningkatkan risiko kesalahan yang tidak disengaja dan tindakan jahat. Jika akun dengan hak admin dibobol, penyerang mendapatkan kendali penuh atas situs Anda. Jadi, untuk menjaga situs web Anda aman dari ancaman siber:
Tetapkan Peran Pengguna yang Sesuai
Pertimbangkan untuk menetapkan peran pengguna dengan tingkat izin yang berbeda untuk pengguna yang berbeda, seperti:
- Administrator
- Editor
- Pengarang
Tetapkan peran dengan cermat berdasarkan kebutuhan setiap pengguna. Misalnya, Anda dapat memberikan peran editor kepada penulis konten atau peran administrator kepada master.
Bersihkan Akun Lama
Banyak orang mengabaikan pentingnya menghapus akun lama, seperti akun mantan karyawan atau subkontraktor. Ini sungguh berbahaya. Tinjau dan hapus akun pengguna yang tidak lagi diperlukan secara berkala.
Nonaktifkan juga integrasi atau aplikasi pihak ketiga apa pun yang tidak lagi Anda gunakan, karena hal itu juga dapat menimbulkan risiko keamanan.
5. Pasang Web Application Firewall (WAF)
Firewall Aplikasi Web, sering disebut WAF, bagaikan dinding keamanan antara situs web Anda dan dunia luar. Firewall ini menyaring setiap permintaan yang masuk ke situs Anda dan memblokir apa pun yang dianggap tidak aman. WAF dapat mendeteksi dan menghentikan serangan yang sering dilakukan peretas menggunakan alat dan teknologi otomatis.
Banyak orang merasa proses pemasangan WAF terlalu rumit. Demi kenyamanan Anda, kami telah membagikan langkah-langkah sederhana untuk membantu Anda memasang WAF di situs web Anda.
Periksa Apakah Hosting Anda Menawarkannya
Banyak paket hosting modern sudah dilengkapi perlindungan firewall bawaan. Anda hanya perlu mengaktifkannya di situs web Anda.
Gunakan WAF berbasis Cloud
Layanan seperti ini mudah diintegrasikan dan secara otomatis memperbarui aturan keamanannya untuk melawan ancaman baru. Anda hanya perlu mendaftarkan domain Anda ke layanan WAF berbasis cloud. Di sana, Anda akan mendapatkan rekaman yang harus ditambahkan ke pengaturan DNS Anda. Setelah selesai, domain Anda akan otomatis terhubung ke layanan WAF.
Kesimpulan
Itulah 5 tips melindungi situs web dari ancaman siber dan pelanggaran data. Cobalah menerapkannya dengan cermat di situs web Anda. Kami cukup yakin tips ini akan membantu Anda menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang paling penting untuk situs web Anda.


