Biaya Jasa Pembuatan Website 2026: Rincian & Simulasi

Website

Berapa biaya jasa pembuatan website di Indonesia tahun 2026? Jawaban singkatnya: mulai ratusan ribu rupiah untuk landing page satu halaman, hingga belasan juta untuk toko online atau website dengan fitur custom. Selisih selebar itu wajar, karena yang diperjualbelikan bukan sekadar “website jadi”, melainkan juga desain, fitur, konten, SEO, sampai dukungan setelah situs tayang.

Artikel ini menyusun rinciannya supaya anggaran Anda realistis: kisaran harga per jenis website dari penyedia yang transparan memublikasikan harganya, komponen yang membuat angka final naik-turun, biaya tahunan yang sering muncul belakangan, dan simulasi paket dari Lenteraweb sebagai pembanding. Kalau Anda sedang membandingkan penawaran dari beberapa penyedia, artikel ini bisa menjadi patokan.

Berapa Biaya Jasa Pembuatan Website per Jenis?

Kisaran di bawah ini kami kumpulkan dari laman harga yang dipublikasikan sejumlah penyedia jasa website di Indonesia dan dicek ulang pada September 2026. Angkanya sengaja kami tampilkan selebar mungkin, karena itulah kenyataan di pasaran.

Jenis websiteKisaran hargaContoh kebutuhan
Landing pageRp 299 ribu–3 jutaPromo produk, halaman iklan, satu tujuan ajakan
Company profileRp 500 ribu–20 jutaProfil usaha, UMKM hingga perusahaan
Toko onlineRp 2,5 juta–15 jutaKatalog produk, keranjang, pembayaran online
Website custom / web appRp 5 juta ke atasSistem booking, dashboard, integrasi API

Beberapa sumber angka di atas, jika ingin Anda cek langsung:

  • Webiti memublikasikan landing page mulai Rp 299 ribu, company profile mulai Rp 499 ribu, dan toko online penuh mulai Rp 5 juta.
  • Opsiweb menulis company profile Rp 1–3 juta, toko online Rp 2,5–6 juta, dan website custom Rp 5–15 juta.
  • Iniwebsitemu menulis landing page Rp 800 ribu–3 juta, company profile Rp 1,5–20 juta, dan toko online mulai Rp 4,5 juta.

Ada tiga hal yang perlu digarisbawahi dari tabel di atas. Pertama, angka “mulai” adalah harga terendah, dan belum tentu sudah termasuk domain, hosting, atau fitur yang Anda butuhkan. Kedua, toko online serta website custom harganya paling sulit ditebak karena bergantung penuh pada fitur. Ketiga, selisih harga antarpenyedia paling sering berasal dari komponen yang kami rinci di bawah, bukan dari kualitas desain semata. Untuk memahami bedanya landing page dan website penuh, baca artikel kami tentang membuat landing page konversi tinggi.

Baca Lainnya :  Panduan Membuat Website dengan Biaya Terjangkau

Apa Saja yang Membuat Harga Berbeda?

Harga ditentukan oleh lingkup pekerjaan, bukan oleh “kelas” penyedia semata. Komponen berikut yang paling sering membuat angka penawaran berbeda jauh:

  1. Jumlah halaman dan struktur. Landing page satu halaman jelas lebih murah daripada company profile dengan sepuluh halaman.
  2. Desain template atau custom. Template mempercepat pengerjaan dan menekan biaya. Desain custom butuh waktu perancangan lebih lama, harganya ikut naik.
  3. Fitur yang diminta. Form kontak berbeda tingkat kesulitannya dengan sistem login, payment gateway, manajemen stok, atau integrasi API. Setiap fitur tambahan menambah biaya.
  4. Konten dan copywriting. Sebagian paket sudah termasuk penulisan konten, sebagian lagi meminta Anda menyiapkan sendiri teksnya.
  5. SEO on-page. Struktur heading, meta description, kecepatan halaman, schema, sampai koneksi ke Google Search Console adalah pekerjaan ekstra yang tidak semua penyedia sertakan.
  6. Domain, hosting, SSL, dan email bisnis. Apakah tahun pertama sudah termasuk, dan berapa biaya perpanjangannya. Ini komponen yang paling sering membuat “harga murah” jadi mahal di kemudian hari.
  7. Revisi, garansi, dan dukungan. Berapa kali revisi, apakah ada garansi setelah website tayang, dan apakah ada layanan maintenance berkala.
  8. Tim yang mengerjakan. Freelancer, tim kecil, atau agensi. Perbedaannya terasa pada kecepatan, jaminan pengerjaan, dan dukungan jangka panjang.

Cara paling praktis membandingkan: minta penawaran tertulis dari dua sampai tiga penyedia dengan lingkup yang sama persis, lalu bandingkan baris per baris. Membandingkan angka tanpa lingkup yang setara hanya akan membingungkan Anda sendiri.

Berapa Biaya Domain, Hosting, dan Maintenance per Tahun?

Biaya pembuatan hanyalah bagian awal. Setelah website tayang, ada biaya tahunan yang wajib masuk anggaran sejak hari pertama. Estimasi di bawah merujuk pada rincian yang dipublikasikan Iniwebsitemu dan Webiti.

KomponenKisaran per tahunKeterangan
Domain .comRp 150 ribu–300 ribuWajib diperpanjang setiap tahun
Hosting (shared)Rp 300 ribu–800 ribuBisa naik saat traffic membesar
SSLGratis–Rp 500 ribuUmumnya sudah termasuk paket hosting
Maintenance dan updateRp 500 ribu–3 jutaUpdate sistem, backup, pantauan keamanan

Webiti, misalnya, menulis estimasi domain dan hosting tahun kedua sekitar Rp 500–800 ribu. Pola yang sama berlaku hampir di semua penyedia: tahun pertama sering terasa murah karena biaya domain dan hosting sudah ditanggung, sedangkan tahun kedua Anda membayarnya sendiri. Karena itu, kalau ada penyedia menawarkan harga miring, tanyakan langsung berapa biaya perpanjangan tahun kedua. Di titik inilah selisih “murah dan mahal” sering kali mengecil.

Berapa Biaya yang Wajar untuk Website Bisnis yang Serius?

Kalau tujuannya sekadar “punya website”, hampir semua harga bisa dibenarkan. Kalau tujuannya menarik pelanggan dan bersaing di hasil pencarian Google, patokannya berbeda. Menurut kami, angka yang wajar di 2026 untuk bisnis yang serius: landing page Rp 500 ribu–1,5 juta, company profile tiga sampai enam halaman Rp 700 ribu–3 juta, dan toko online Rp 3–8 juta. Di bawah rentang itu, biasanya ada yang dikorbankan, entah domain dan hosting tidak termasuk, tanpa garansi, atau tanpa dukungan setelah tayang.

Baca Lainnya :  Jasa Pembuatan Website Profesional untuk Bisnis Anda

Harga murah tidak otomatis buruk, asal lingkupnya jelas dan tertulis. Yang sebaiknya membuat Anda waspada justru ketidakjelasan:

  • Penyedia tidak mau menunjukkan portofolio dengan alamat website yang bisa dikunjungi langsung.
  • Tidak ada proposal atau kesepakatan tertulis sebelum pembayaran.
  • Meminta pelunasan penuh di awal tanpa tahapan pengerjaan.
  • Tidak bisa menjelaskan siapa yang memegang akun domain, hosting, dan admin website setelah selesai.
  • Tidak pernah menyebut biaya perpanjangan tahunan.

Kalau anggaran Anda terbatas, bukan berarti harus memilih yang paling murah. Ada cara menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas, misalnya memilih template yang sudah teruji dan menyiapkan sendiri teks kontennya. Rinciannya bisa Anda baca di artikel kami tentang panduan membuat website dengan biaya terjangkau.

Simulasi Paket: Berapa Biaya di Lenteraweb?

Sebagai pembanding yang konkret, kami lampirkan paket yang kami publikasikan di lenteraweb.com (per September 2026). Ini bukan klaim termurah di pasaran, melainkan contoh bagaimana satu penyedia merinci harga dan isi paketnya secara terbuka.

PaketBiaya awalPerpanjangan per tahunYang termasuk
BASICRp 770.000Rp 600.000Domain .com gratis, 4 halaman, 2 email bisnis, responsive, SSL, 3 kali revisi
PRORp 880.000Rp 600.0005 halaman, optimasi kecepatan dan SEO on-page, free index Google
MAXRp 990.000Rp 600.0006 halaman, analytics tracking, pop-up WhatsApp, bonus 3 artikel
BASIC/PRO/MAX EXCLUSIVERp 1.470.000–1.890.000Rp 900.000Desain eksklusif, revisi lebih banyak, free APK Android (opsional)

Semua paket standar di atas sudah mencakup domain .com, hosting, SSL, desain responsive, integrasi media sosial, dan konsultasi gratis. Rincian fitur lengkap ada di halaman utama Lenteraweb. Kalau kebutuhan Anda di luar paket, misalnya toko online penuh atau website dengan sistem custom, biayanya dihitung berdasarkan fitur yang diminta, jadi sebaiknya didiskusikan dulu sebelum memutuskan. Informasi layanan kami selengkapnya ada di artikel jasa pembuatan website profesional untuk bisnis Anda.

Cara Menghitung Anggaran Website untuk Tiga Tahun ke Depan

Anggaran yang matang tidak berhenti di biaya awal. Lima langkah berikut bisa Anda kerjakan sore ini juga:

  1. Tulis tujuan website dalam satu kalimat. Untuk informasi, mencari prospek, atau jualan langsung? Tujuan menentukan jenis website yang Anda butuhkan.
  2. Pisahkan fitur wajib dari yang sekadar bagus. Toko online wajib punya katalog produk dan pembayaran, sementara live chat atau multi-bahasa bisa menyusul di tahap kedua.
  3. Minta penawaran tertulis dari tiga penyedia dengan lingkup yang sama, lalu bandingkan isi paketnya, bukan sekadar angka awalnya.
  4. Hitung total kepemilikan tiga tahun. Contoh: paket Rp 990.000 dengan perpanjangan Rp 600.000 per tahun berarti sekitar Rp 2,19 juta untuk tiga tahun. Website yang murah di awal bisa jadi lebih mahal jika perpanjangannya tinggi.
  5. Pastikan akun domain, hosting, dan admin website diserahkan kepada Anda setelah proyek selesai, atau setidaknya dijelaskan cara mendapatkannya.
Baca Lainnya :  Cara Memilih Jasa Pembuatan Website yang Tepat (2026)

Pertanyaan Umum tentang Biaya Jasa Pembuatan Website

Apakah biaya jasa pembuatan website sudah termasuk domain dan hosting?
Tergantung paket. Banyak penyedia memasukkan domain, hosting, dan SSL tahun pertama ke dalam harga, seperti paket Lenteraweb di atas. Ada juga yang menjualnya terpisah agar angka awal terlihat murah. Selalu tanyakan dua hal: apa saja yang termasuk di tahun pertama, dan berapa biaya perpanjangan di tahun kedua.

Kenapa harga jasa pembuatan website bisa beda jauh, dari ratusan ribu sampai puluhan juta?
Karena lingkupnya berbeda. Landing page satu halaman tanpa fitur khusus jelas lebih murah daripada toko online dengan payment gateway dan manajemen stok. Desain custom, konten, SEO, dan garansi ikut menentukan angka final. Bandingkan penawaran dengan lingkup yang setara, bukan sekadar nominalnya.

Apakah website murah pasti kualitasnya buruk?
Tidak selalu, asal lingkupnya jelas dan tertulis. Yang perlu diwaspadai dari harga murah adalah ketidakjelasan: domain dan hosting tidak termasuk, jumlah revisi dibatasi, atau tidak ada dukungan setelah tayang. Cek portofolio, minta proposal tertulis, dan pastikan biaya tahunannya transparan sejak awal.

Berapa biaya perpanjangan domain dan hosting per tahun?
Untuk website standar, anggarkan Rp 500 ribu hingga 1 juta per tahun untuk domain, hosting, dan SSL. Webiti menulis estimasi Rp 500–800 ribu untuk tahun kedua, dan Iniwebsitemu merinci domain Rp 150–300 ribu serta hosting Rp 300–800 ribu. Maintenance bisa menambah Rp 500 ribu–3 juta tergantung penyedia.

Lebih baik pakai jasa pembuatan website atau website builder?
Website builder seperti Wix atau WordPress.com cocok untuk mencoba-coba dengan biaya kecil dan tanpa bantuan teknis. Batasnya terasa saat bisnis butuh fitur khusus, desain yang mencerminkan brand, atau peringkat di Google. Jasa pembuatan website memberi hasil yang lebih siap pakai, dengan catatan Anda tetap memegang akun domain, hosting, dan admin.

Langkah paling praktis untuk hari ini: tulis tujuan website Anda dan tiga fitur wajibnya di selembar kertas, lalu kirimkan ke dua atau tiga penyedia untuk diminta penawaran tertulis. Kalau ingin mendiskusikan kebutuhan dan anggaran tanpa komitmen apa pun, tim Lenteraweb bisa dihubungi melalui halaman konsultasi di lenteraweb.com.

Baca Juga