Produk yang enak bisa kalah bersaing hanya karena kemasannya penyok saat dikirim atau informasinya tidak jelas. Kemasan bekerja tiga lapis sekaligus: melindungi produk, memberi keterangan, dan membuat orang berhenti melihat. Artikel ini membahas cara membuat kemasan produk mulai dari memilih bahan sampai menghitung biayanya ke dalam harga.
Kenapa Kemasan Bukan Sekadar Pembungkus
Kemasan adalah hal pertama yang disentuh pembeli dan hal terakhir yang dilihat sebelum mereka memutuskan membeli lagi. Dalam pembahasan umum, pengemasan mencakup proses merancang dan memproduksi wadah yang melindungi sekaligus menyampaikan informasi tentang produk (Packaging, Pengemasan).
Karena itu, kemasan yang baik dinilai dari tiga hal sebelum urusan estetika: apakah produk selamat sampai tujuan, apakah pembeli mendapat informasi yang dia butuhkan, dan apakah kemasan itu membuat produk mudah dikenali di antara barang sejenis.
Tiga Fungsi yang Harus Dipenuhi Lebih Dulu
- Melindungi. Menahan benturan, kelembapan, cahaya, dan perubahan suhu selama penyimpanan dan pengiriman.
- Memberi informasi. Nama produk, isi, komposisi, cara simpan, dan cara menghubungi penjual.
- Membedakan. Membuat produk Anda terlihat berbeda dari pesaing di rak atau di foto produk.
Urutannya penting. Kemasan cantik yang tidak melindungi produk hanya memindahkan masalah ke biaya penggantian barang rusak.
Memilih Bahan Kemasan

| Bahan | Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|---|
| Kertas dan karton | Ringan, mudah dicetak, kesan rapi dan alami | Kurang tahan air dan benturan berat |
| Plastik | Ringan, tahan air, murah untuk volume kecil | Kesan murah bila tanpa desain, dan jadi sorotan soal sampah |
| Logam dan kaca | Melindungi produk dengan baik, kesan premium | Berat, ongkos kirim naik, mudah pecah untuk kaca |
| Kombinasi | Misalnya isi plastik di dalam kotak kertas | Biaya dan waktu perakitan bertambah |
Untuk usaha yang baru mulai, bahan yang sering paling seimbang adalah kertas untuk tampilan luar dan pelapis tipis di dalamnya. Ringan untuk ongkir, cukup melindungi, dan bisa dicetak dalam jumlah kecil.
Informasi yang Perlu Ada di Label

Label adalah bagian kemasan yang paling sering dikerjakan belakangan, padahal justru di situ pembeli mencari jawaban. Unsur berikut sebaiknya ada.
- Nama produk dan isi. Tuliskan berat atau jumlah dengan jelas, misalnya “100 gram” atau “isi 12 buah”.
- Komposisi. Urutkan dari yang paling banyak dipakai.
- Cara simpan dan masa pakai. Terutama untuk makanan, minuman, dan produk perawatan.
- Identitas penjual. Nama usaha dan satu kanal kontak yang benar-benar aktif.
- Petunjuk pemakaian singkat bila produk memerlukan cara pakai tertentu.
Untuk pangan olahan yang dijual secara luas, ada ketentuan label tersendiri dari BPOM. Periksa persyaratannya langsung di situs resmi BPOM sebelum mencetak, karena rinciannya bergantung pada jenis dan cara pengolahan produk. Jangan mengandalkan rangkuman dari artikel mana pun untuk urusan ini.
Langkah Membuat Kemasan Produk
Setelah bahan dan label terbayang, kerjakan tujuh langkah berikut secara berurutan. Melewatkan langkah pengujian adalah penyebab paling umum kemasan yang tampak bagus tetapi gagal saat dikirim.
- Ukur produknya dulu. Catat dimensi dan berat, termasuk variasi terbesar dan terkecil yang mungkin masuk.
- Tentukan perlindungan yang dibutuhkan. Apakah produk mudah hancur, mudah melempem, atau mudah tertumpah.
- Pilih bahan sesuai kebutuhan itu, bukan sebaliknya. Baru setelah itu memikirkan tampilan.
- Rancang label dengan urutan baca yang jelas. Nama produk paling besar, isi dan komposisi di bawahnya, kontak penjual di bagian belakang.
- Minta cetak contoh dalam jumlah kecil. Satu sampai lima buah cukup untuk melihat hasil nyata sebelum memesan banyak.
- Uji dengan pengiriman nyata. Kirim satu paket ke alamat sendiri atau ke rekan di kota lain, lalu periksa kondisinya.
- Hitung biaya per unit dan masukkan ke harga jual. Kemasan yang dianggap murah bisa terasa mahal bila mengabaikan penggantian barang rusak.
Alat Desain dan Berkas yang Perlu Disiapkan
Ada tiga jalur yang realistis: templat bawaan alat desain daring, perangkat lunak vektor, atau menyerahkan ke jasa desain. Untuk tempat percetakan, biasanya Anda diminta menyiapkan berkas sesuai pola potong yang mereka sediakan.
Satu hal yang sering terlewat: logo pada kemasan sebaiknya memakai berkas yang sama dengan yang dipakai di website dan media sosial. Bila logo Anda belum punya berkas vektor, panduannya ada di artikel jasa desain logo.
Menghitung Biaya Kemasan ke Harga Jual
Kemasan adalah bagian dari biaya langsung, sehingga tempatnya ada di dalam HPP, bukan di luar. Contoh sederhana: bila biaya kemasan satu unit 1.200 rupiah dan HPP totalnya 9.000, berarti kemasan mengambil sekitar 13,3 persen dari HPP, atau 6,49 persen dari harga jual 18.500.
Angka persentase itu berguna saat memesan dalam jumlah besar. Cetak 500 unit berarti menyiapkan sekitar 600.000 rupiah, sedangkan 2.000 unit berarti sekitar 2.400.000. Karena itu, pesan jumlah yang sesuai perkiraan penjualan satu sampai dua bulan, bukan sekadar mengikuti harga lebih murah per unit.
Selisih kecil juga berharga bila dihitung menyeluruh. Kemasan yang 300 rupiah lebih murah per unit, pada 374 unit penjualan bulanan, menghemat sekitar 112.200 rupiah. Sebaliknya, kemasan yang gagal melindungi bisa menghabiskan lebih dari itu hanya untuk mengganti satu produk.
Uji Kemasan Sebelum Mencetak Banyak
- Uji jatuh. Jatuhkan paket dari ketinggian sekitar pinggang ke lantai, lalu periksa isinya.
- Uji tumpuk. Susun beberapa paket di atas satu sama lain selama sehari, seperti kondisi di kendaraan pengiriman.
- Uji lembap. Tempatkan di ruangan lembap atau dekat uap, terutama untuk produk kering.
- Uji baca label. Lihat dari jarak satu meter dan di foto ponsel, karena begitulah pembeli daring melihatnya.
Kemasan untuk Jualan Online
Kalau produk Anda dikirim lewat jasa ekspedisi, cara membuat kemasan produk menuntut satu lapisan tambahan. Ada dua kemasan yang bekerja bersama: kemasan produk yang dilihat pembeli, dan kemasan pengiriman yang melindunginya.
- Dua lapis, bukan satu. Kemasan produk dimasukkan ke kardus pengiriman dengan pengisi ruang, agar tidak bergeser selama perjalanan.
- Ukuran kardus mendekati isi. Kardus yang jauh lebih besar membuat barang bergerak bebas dan mudah penyok.
- Perhatikan berat total. Setiap lapisan menambah berat, dan berat menentukan ongkos kirim yang dibayar pembeli.
- Siapkan cadangan untuk barang rusak. Sisihkan beberapa unit kemasan setiap bulan untuk mengganti kiriman yang bermasalah.
Perbedaan ini sering diabaikan penjual yang baru pindah dari toko fisik ke penjualan daring. Di toko, produk hanya perlu terlihat rapi. Di pengiriman, produk harus selamat melewati beberapa kali perpindahan tangan.
Merancang Kemasan yang Mudah Difoto
Bagi penjual daring, kemasan berfungsi ganda: melindungi produk dan menjadi latar foto. Beberapa penyesuaian kecil membuatnya lebih mudah difoto.
- Pilih warna yang kontras dengan produk. Produk berwarna terang akan tenggelam jika kemasannya juga terang.
- Hindari bahan yang memantul. Permukaan mengilap memantulkan cahaya dan menyulitkan pemotretan tanpa peralatan khusus.
- Sisakan bidang kosong untuk label. Bidang polos di satu sisi membuat label terbaca di foto ukuran kecil.
- Jaga proporsi. Kemasan yang jauh lebih besar dari isinya terlihat tidak jujur pada foto produk.
- Uji dengan foto ponsel. Ambil satu foto sebelum mencetak banyak; kemasan yang baik tetap terbaca di layar kecil.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi
Sebagian besar kesalahan pada cara membuat kemasan produk berasal dari keputusan yang diambil terlalu cepat, biasanya karena ingin segera mencetak. Enam hal berikut paling sering muncul.
- Mencetak ribuan sebelum menguji satu. Ini kesalahan termahal, dan paling mudah dihindari.
- Mengabaikan berat kemasan. Bahan berat menaikkan ongkos kirim dan bisa memakan seluruh margin.
- Label terlalu kecil atau terlalu ramai. Informasi penting tenggelam di antara hiasan.
- Tidak mencantumkan kontak. Pembeli yang ingin bertanya atau memesan ulang tidak punya jalan.
- Kemasan tidak tahan lembap. Produk kering bisa berubah tekstur sebelum sampai.
- Memilih bahan hanya karena tren. Bahan yang sedang populer belum tentu cocok untuk produk Anda.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bagaimana cara membuat kemasan produk untuk usaha kecil?
Mulai dari mengukur produk dan menentukan perlindungan yang dibutuhkan, lalu pilih bahan yang paling sesuai. Setelah itu rancang label dengan urutan baca yang jelas, cetak contoh dalam jumlah kecil, dan uji lewat pengiriman nyata sebelum memesan banyak.
Berapa jumlah minimum cetak yang wajar?
Sebagian percetakan menerima pesanan kecil dengan harga per unit lebih tinggi. Untuk usaha baru, cetak sejumlah perkiraan penjualan satu sampai dua bulan. Lebih baik membayar sedikit lebih mahal per unit daripada menumpuk stok kemasan yang tidak terpakai.
Apakah kemasan harus mencantumkan izin edar?
Untuk kategori tertentu, terutama pangan olahan, ada ketentuan label dan izin edar dari BPOM. Persyaratannya bergantung pada jenis produk, sehingga sebaiknya diperiksa langsung di situs resmi BPOM sebelum mencetak kemasan.
Bolehkah membuat kemasan sendiri di aplikasi desain daring?
Boleh, dan cukup untuk banyak usaha kecil. Yang penting, ikuti pola potong dari percetakan agar hasil cetak tidak bergeser, dan pastikan berkas dikirim dalam resolusi yang memadai untuk ukuran kemasan Anda.
Bagaimana memasukkan biaya kemasan ke harga jual?
Masukkan biaya kemasan sebagai komponen biaya langsung per unit, lalu hitung bersama bahan dan upah. Setelah itu pastikan harga jual menutup seluruh biaya ditambah margin, seperti dijelaskan pada panduan cara menghitung harga jual produk.
Baca Juga
- Cara Menghitung Harga Jual Produk: Rumus dan Contoh
- Apa Itu Marketplace dan Bedanya dengan Toko Online
- Cara Membuat Logo Usaha: Langkah, Alat, dan Kesalahan Umum
Catatan dari Lenteraweb. Cara membuat kemasan produk yang bertahan lama biasanya berhenti pada satu kebiasaan sederhana: uji dalam jumlah kecil sebelum mencetak banyak. Urutan di atas disusun dari sisi perlindungan dan kejelasan informasi lebih dulu, karena dua hal itu yang paling sering diabaikan saat orang terburu-buru soal tampilan. Sebagian bahan yang dibahas memang bisa dipakai untuk kemasan yang lebih ringan terhadap lingkungan, dan pembahasannya cukup luas tersendiri (sustainable packaging). Kalau Anda memerlukan bantuan menyiapkan identitas visual yang konsisten antara kemasan dan website, sampaikan lewat halaman kontak kami.

Tim Lenteraweb menulis panduan praktis soal pembuatan website, SEO, dan digital marketing berdasarkan pengalaman mengerjakan proyek klien. Blog ini dikelola oleh tim yang sama yang memproduksi website dan menangani kampanye digital untuk bisnis di Indonesia.

