Mengenal Retargeting ads – adalah iklan yang menargetkan ulang orang-orang yang pernah mengunjungi situs atau aplikasi Anda tapi belum melakukan tindakan yang diinginkan, menggunakan pixel atau cookie untuk “mengikuti” mereka di platform lain seperti Google Display Network, Facebook, dan Instagram. Strategi ini efektif karena menyasar audiens yang sudah menunjukkan minat, sehingga biaya konversinya lebih rendah dibanding menjangkau audiens baru.
Isi Konten
Apa Itu Retargeting Ads?
Retargeting ads (remarketing) adalah strategi iklan digital yang menampilkan ulang iklan kepada orang-orang yang pernah berinteraksi dengan situs web, aplikasi, atau media sosial Anda, namun belum menyelesaikan tindakan yang diinginkan, misalnya membeli produk, mengisi formulir, atau mendaftar newsletter.
Pernahkah Anda melihat produk di satu situs, lalu iklan produk yang sama muncul lagi saat Anda membuka Instagram atau membaca berita online? Itulah retargeting ads bekerja.
Teknologi di baliknya sederhana: sebuah pixel (kode kecil berbasis JavaScript) dipasang di situs Anda. Saat pengunjung datang, pixel ini menyimpan cookie di browser mereka yang mencatat halaman atau produk yang dilihat. Data ini kemudian digunakan platform iklan untuk menampilkan iklan yang relevan saat pengguna berselancar di tempat lain.
Bagaimana Cara Kerja Retargeting Ads?
Proses retargeting ads berjalan dalam empat tahap:
- Pengunjung datang ke situs Anda — Pixel retargeting menempatkan cookie di browser saat seseorang melihat halaman produk atau menambahkan barang ke keranjang.
- Pengguna berpindah platform — Setelah meninggalkan situs tanpa membeli, cookie tersebut “mengikuti” mereka ke Google Display Network, Facebook, Instagram, atau situs lain dalam jaringan iklan.
- Iklan yang relevan ditampilkan — Berdasarkan data cookie, iklan produk yang pernah dilihat (atau produk serupa) muncul kembali. Misalnya, iklan jaket akan muncul lagi saat pengguna scrolling media sosial.
- Mendorong tindakan — Tujuan akhirnya adalah mengingatkan pengguna tentang produk yang mereka minati dan mendorong mereka kembali untuk menyelesaikan pembelian atau tindakan lain.
Mengapa Retargeting Ads Penting untuk Bisnis Anda?

Menurut riset Baymard Institute, rata-rata tingkat pengabaian keranjang belanja (cart abandonment) di e-commerce mencapai sekitar 70%. Tanpa strategi retargeting, sebagian besar calon pembeli ini kemungkinan besar tidak akan kembali.
Berikut alasan retargeting ads layak masuk strategi pemasaran Anda:
- Menjangkau audiens yang sudah tertarik — Retargeting menyasar “warm leads”: orang yang sudah menunjukkan minat, sehingga jauh lebih mudah dikonversi dibanding audiens dingin.
- Meningkatkan brand awareness — Iklan yang muncul berulang membuat merek Anda tetap diingat, bahkan sebelum terjadi pembelian.
- Lebih hemat biaya, ROI lebih tinggi — Karena menargetkan audiens spesifik, retargeting ads umumnya menghasilkan biaya per konversi yang lebih rendah dibanding iklan display biasa.
- Personalisasi lebih baik — Iklan bisa disesuaikan dengan perilaku pengguna, misalnya menampilkan produk spesifik yang mereka lihat atau menawarkan diskon khusus.
Apa Saja Jenis-Jenis Retargeting Ads?
Ada empat jenis retargeting ads utama yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis:
| Jenis | Cara Kerja | Paling Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Pixel-Based Retargeting | Melacak aktivitas pengunjung via pixel dan menampilkan iklan berdasarkan halaman yang dikunjungi | Menargetkan pengunjung yang baru melihat produk tertentu |
| List-Based Retargeting | Mengunggah daftar email pelanggan (dari CRM) ke platform iklan untuk mencocokkan profil pengguna | Pelanggan setia atau yang pernah bertransaksi |
| Dynamic Retargeting | Menampilkan produk spesifik yang dilihat pengguna plus rekomendasi produk terkait | E-commerce dengan katalog produk besar |
| Search Retargeting | Menargetkan berdasarkan kata kunci yang dicari pengguna di mesin pencari | Menjangkau calon pelanggan sejak tahap pencarian awal |
Bagaimana Tips Membuat Retargeting Ads yang Efektif?
Agar retargeting ads memberikan hasil maksimal, perhatikan lima hal berikut:
- Segmentasikan audiens — Bedakan pesan untuk pengunjung yang hanya melihat homepage dengan mereka yang sudah menambahkan produk ke keranjang. Semakin relevan pesannya, semakin tinggi peluang konversi.
- Gunakan frequency cap — Batasi frekuensi tayang iklan (misalnya 3-5 kali per hari) agar tidak terkesan “mengejar-ngejar” pengguna.
- Buat iklan yang menarik — Gunakan visual eye-catching, teks jelas, dan CTA yang kuat seperti “Selesaikan Pembelian Anda Sekarang” atau “Dapatkan Diskon 10% Hari Ini”.
- Lakukan A/B testing — Uji variasi desain, teks, atau penawaran, misalnya diskon 10% versus gratis ongkir, untuk menemukan kombinasi paling efektif.
- Patuhi aturan privasi — Pastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR, berikan opsi opt-out pelacakan, dan jelaskan transparan bagaimana data pengguna digunakan.
FAQ
Apa perbedaan retargeting dan remarketing? Kedua istilah ini sering dipakai bergantian. Secara teknis, retargeting umumnya merujuk pada iklan display berbasis pixel, sedangkan remarketing sering dikaitkan dengan kampanye via email. Namun di praktiknya, kedua istilah ini merujuk pada konsep yang sama.
Berapa lama iklan retargeting sebaiknya ditayangkan? Umumnya cookie retargeting bertahan 30-90 hari tergantung platform. Semakin lama sejak kunjungan terakhir, semakin rendah relevansi iklan, jadi disarankan menurunkan intensitas tayang setelah 2-3 minggu.
Apakah retargeting ads cocok untuk bisnis kecil? Ya. Karena menyasar audiens yang sudah menunjukkan minat, retargeting ads justru sering lebih hemat biaya dibanding iklan untuk audiens baru, sehingga cocok untuk bisnis dengan anggaran terbatas.
Platform apa saja yang mendukung? Google Ads (Display Network), Meta Ads (Facebook & Instagram), TikTok Ads, dan LinkedIn Ads semuanya menyediakan fitur retargeting.
Kesimpulan

Retargeting ads adalah senjata ampuh untuk menarik kembali pelanggan yang sudah menunjukkan minat tapi belum melakukan pembelian. Dengan segmentasi audiens yang tepat, iklan yang menarik, dan kepatuhan terhadap privasi data, Anda bisa meningkatkan konversi, memperkuat brand awareness, dan mengoptimalkan anggaran pemasaran. Jika Anda ingin memaksimalkan potensi situs web atau toko online Anda, retargeting ads layak untuk dicoba.
